Ada apa dengan pendidikan kita?




Kita boleh bangga akan prestasi pendidikan kita saat ini. Kelulusan th 2011 lebih besar dibanding dengan tahun 2010 yaitu sekitar 99% dari 1.460.000 siswa. Tetapi apakah presentase tersebut bisa menyimpulkan maju-nya pendidikan kita? Apakah presentase dan nilai rata-rata seluruh siswa bisa mencerminkan tingkat pendidikan moral siswa-siswi di Indonesia? Tentu kita tidak bisa melihat semua itu hanya berdasarkan batas nilai yang ditetapkan oleh pemerintah. Jadi apakah Ujian Nasional masih efektif untuk menyatakan seorang siswa lulus atau tidak? sementara porsi dan kualitas pendidikan di Indonesia sangat tidak merata.

Lulusan pendidikan kita saat ini cenderung bersikap sekuler, materialistik, rasionalistik, hedonistik, yaitu manusia yang cerdas intelektualnya dan terampil fisiknya, namun mengesampingkan kepentingan moral, mental, spiritual, dan kurang memiliki kecerdasan emosional. Akibat dari itu, banyak siswa yang terjebak dalam tindakan kriminal seperti tawuran, mabuk-mabukan, seks bebas, bahkan pencurian. Apakah di tempat mereka bersekolah diajari hal seperti itu? tentu tidak, karena sebagian hal tersebut berasal dari faktor luar. Lantas mengapa sekolah sebagai tempat yang sebagian besar waktu siswa dihabiskan tidak mampu membendung dampak negatif yang berada di sekitar masyarakat? Apakah kesalahan dari sistem pendidikan atau seorang guru? Inilah PR yang harus dikerjakan oleh pemerintah khususnya di bidang pendidikan.

Jika melihat sistem pendidikan di negara lain, contohnya Finlandia yang telah diakui oleh dunia tentang pendidikannya, banyak perbedaan yang mencolok. Dilihat dari masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia juga tidak menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.(sumber: www.sekolahorangtua.com)

Memang pada dasarnya Indonesia berbeda dengan Finlandia. Kita juga tidak harus meniru sistem pendidikan mereka karena kebudayaan kita berbeda, tetapi kita harus meniru kesusksesan negara Finlandia dalam memajukan pendidikan. Jangan dijadikan lahan bisnis pendidikan kita dengan menerapkan biaya yang tinggi tetapi kualitas buruk. Kita juga harus meratakan pendidikan Indonesia jika ingin melaksanakan Ujian Nasional. Dan juga menyelaraskan pendidikan formal dengan spiritualnya agar kelak penerus bangsa kita tidak hanya mempunyai intelektual tinggi tetapi juga moral yang baik.

BANGKIT INDONESIA!

1 Response to "Ada apa dengan pendidikan kita?"

  1. Shadow says:

    Nice info bro...
    keep posteng......^_^

Posting Komentar

Sepatah dua patah komentar anda dapat menginspirasi banyak orang untuk membangun negara tercinta ini.

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme